Resmi TODAK 2.0 Diluncurkan, Evolusi & Ambisi Menguasai Lifestyle Esports Global

JAKARTA – Dunia esports Asia Tenggara dikejutkan dengan manuver tajam dari salah satu organisasi paling ikonik, TODAK. Bukan soal transfer pemain bintang, melainkan sebuah transformasi radikal bertajuk TODAK 2.0. Brand yang selama ini identik dengan keganasan tim Mobile Legends asal Malaysia tersebut resmi menanggalkan statusnya sebagai organisasi kompetitif murni dan berevolusi menjadi Global First Esports Lifestyle Performance Brand.

Langkah ini bukan sekadar ganti logo atau slogan. Ini adalah “pindah haluan” strategis yang menempatkan Indonesia sebagai episentrum pertumbuhan mereka melalui PT TODAK Nusantara Group.

1. Identitas Baru: Filosofi “Battle Scar” di Balik Sirip Si Ikan Pedang

Dalam peluncuran resminya, TODAK memperkenalkan identitas visual yang lebih dewasa namun tetap tajam. Elemen paling mencolok adalah “Battle Scar” atau bekas luka pertempuran yang disematkan pada sirip logo ikonik mereka.

Simbol ini bukan tanpa makna. Ia merepresentasikan:

  • Perjalanan Panjang: Rekam jejak TODAK sejak berdiri di Malaysia.

  • Ketahanan (Resilience): Kemampuan bangkit dari kekalahan dan tantangan industri.

  • Pertumbuhan: Kedewasaan organisasi yang kini tidak lagi hanya mengejar trofi di panggung, tapi membangun ekosistem di balik layar.

Azlan Zainal, Founder TODAK, menegaskan bahwa transformasi ini adalah evolusi alami. “Kami dibangun dari semangat kompetitif. Di era 2.0, kami tidak meninggalkan esports, kami memperluasnya. Fokus kami kini adalah membangun brand performance lifestyle yang lahir dari Asia Tenggara dan mampu bersaing di panggung global,” ujarnya.


2. Keputusan Berani: Bubarkan Roster dan Berhenti Operasional Tim

Mungkin bagian paling emosional bagi para fans adalah keputusan TODAK untuk secara resmi menghentikan operasional tim esports dan membubarkan roster kompetitifnya per 1 Januari 2026.

Keputusan ini diambil demi memuluskan transisi menjadi penyedia infrastruktur dan gaya hidup gaming. TODAK ingin melepaskan diri dari keterbatasan satu judul game atau satu wilayah kompetisi, demi merangkul audiens global yang lebih luas melalui produk dan pengalaman gaya hidup.


3. Ekspansi ke Indonesia: Dipimpin “Mama Digital” Indonesia

Transformasi besar ini juga menandai keseriusan TODAK menggarap pasar Indonesia. Melalui PT TODAK Nusantara Group, brand ini menunjuk tokoh legendaris di industri digital tanah air, Shinta W. Dhanuwardoyo, sebagai Co-Founder sekaligus Presiden Direktur.

Masuknya sosok yang akrab disapa “Shinta Bubu” ini memberikan sinyal kuat bahwa TODAK 2.0 akan sangat kental dengan inovasi teknologi dan strategi bisnis yang solid. TODAK bukan lagi sekadar “pendatang” dari negeri tetangga, melainkan entitas lokal yang punya ambisi global.


4. Menguasai Takhta Kenyamanan: Menjadi Kursi Resmi MPL & MDL Indonesia

Meski tidak lagi menurunkan tim untuk bertanding, TODAK justru memperkuat eksistensinya di panggung utama esports Indonesia. TODAK 2.0 resmi diumumkan sebagai Official Gaming Chair & Official Merchandise Partner untuk dua liga kasta tertinggi dan pengembangan di Indonesia:

  • MPL Indonesia (Season 17 & 18)

  • MDL Indonesia (Season 13 & 14)

Dengan jadwal MPL Season 17 yang akan dimulai pada 27 Maret hingga 14 Juni 2026, para pro-player terbaik Indonesia nantinya akan bertarung di atas kursi performa hasil inovasi TODAK.

“Keikutsertaan kami di MPL adalah strategi jangka panjang untuk tumbuh bersama ekosistem Indonesia. Kami menghadirkan produk yang mendukung performa kompetitif dengan standar global,” ungkap Shinta W. Dhanuwardoyo.


5. Tiga Pilar Strategis: Pondasi Masa Depan TODAK 2.0

Untuk mencapai ambisi sebagai pemimpin pasar lifestyle gaming, TODAK 2.0 berdiri di atas tiga pilar utama:

A. Performance Products (Gaming Gears & Apparel)

TODAK akan merilis lini produk premium yang mencakup:

  • Gaming Chair: Didesain dengan ergonomi tingkat tinggi untuk durasi main panjang.

  • Gaming Gears: Mouse, keyboard, dan aksesori yang mengutamakan presisi.

  • Apparel: Streetwear bertema esports yang bisa digunakan baik di dalam arena maupun di kehidupan sehari-hari.

B. Community & League Partnerships

Alih-alih bersaing melawan tim lain, TODAK kini merangkul mereka. Mereka akan aktif menjalin kemitraan dengan liga-liga besar dan komunitas akar rumput untuk menyediakan merchandise resmi serta dukungan infrastruktur.

C. Cultural & IP Expansion

TODAK berencana meluncurkan berbagai Intellectual Property (IP) unik mulai dari konten kreatif hingga kolaborasi lintas industri (musik, film, fashion) untuk mengukuhkan posisi mereka sebagai culture setter di dunia gaming.


6. TODAK Academy: Mencetak “Pemain Belakang Layar”

Salah satu poin paling visioner dari TODAK 2.0 adalah TODAK Academy. Di sini, TODAK mencoba menjawab keresahan industri tentang regenerasi dan keberlanjutan karier di esports. Program ini mencakup:

  1. Apprentice Program: Inkubasi bagi bakat-bakat baru yang ingin mendalami dunia pro-gaming.

  2. Esports Management & Executive: Program pendidikan bagi mereka yang ingin berkarier sebagai manajer tim, penyelenggara turnamen, hingga analis bisnis esports.

  3. Healthy Gaming: Kampanye gaya hidup sehat bagi gamer, menekankan pada disiplin mental dan fisik.


7. Analisis: Mengapa Transformasi Ini Penting?

Langkah TODAK mencerminkan tren global di mana organisasi esports mulai menyadari bahwa mengandalkan kemenangan turnamen saja tidak cukup secara finansial. Dengan beralih menjadi lifestyle performance brand, TODAK memiliki arus pendapatan yang lebih stabil (penjualan produk) dan jangkauan pasar yang jauh lebih luas (tidak hanya penggemar satu tim).

Transformasi ini adalah “pertaruhan” besar. Jika berhasil, TODAK akan menjadi pelopor brand asal Asia Tenggara yang sukses melakukan pivot total dari tim kompetitif menjadi raksasa industri gaya hidup global, sejajar dengan brand-brand lifestyle gaming besar dari Barat.


Kesimpulan: Babak Baru Sang Predator

TODAK 2.0 bukan sekadar pergantian nama, melainkan deklarasi perang di pasar gaya hidup digital. Dengan menghentikan tim pro dan fokus pada produk, edukasi, dan kemitraan strategis, TODAK siap membuktikan bahwa “kemenangan” dalam esports tidak hanya ditentukan di atas panggung turnamen, tapi juga lewat kualitas produk yang dipakai para gamer di seluruh dunia.

Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *